Tapi aku melewatkannya lagi

Sudah September. Sudah semester 7. Seseorang mengatakan di status Whatsapp-nya, "Semester Senja". Tidak terasa. Aku sangat jarang mengunjungi dan menulis di blog ini, yang banyak luapan ketidak jelasan dari diriku. Blog yang sempat mengundang cinta, sahabat dan bahkan musuh datang kemari. Tidak ada bedanya. Mereka sama-sama peduli. Aku menganggapnya begitu. Biar tidak pusing. Tapi mungkin sekarang, sudah tidak pernah ada lagi cinta datang kemari. Karena waktu dulu, aku pernah bilang, "Aku tidak akan melewatkannya lagi" DISINI tapi ternyata, aku melewatkannya lagi.

Sebenarnya, antara keduanya tidak ada hubungannya sama sekali. Tapi entah kenapa, aku ingin menghubungkannya. Karena namanya mirip. Ya, jayus memang.

Saat itu, TransJakara, di cerita kali ini adalah KRL Commuter Jabodetabek.

Aku sedang bersama 13 teman seperjuangan menaiki KRL. Saat itu kami sudah bersiap untuk turun di stasiun yang kami tuju. Aku berdiri di paling depan dekat pintu mandiri itu. Pintunya mandiri, karena terbuka sendiri tanpa aku harus susah payah menariknya. Ya, jayus lagi.

Saat akhirnya pintu itu terbuka, yang kutemukan adalah kebuntuan. Aku tidak bisa turun, begitu juga dengan yang lainnya. Kami salah posisi. Seharusnya kami berada di gerbong lebih depan. Panik. Aku lantas setengah berlari di gerbong demi mencapai gerbong depan dengan cepat dan bisa keluar. Terlambat. Pintu tertutup dan KRL telah berjalan kembali.

Aku memutuskan untuk berhenti di stasiun selanjutnya yang tidak jauh, lalu kembali menaiki KRL arah sebaliknya. Saat itu pandanganku adalah tulisan ini.

Sekarang mungkin kamu boleh bingung, karena aku pun bingung. Hanya tulisan Kramat. Beberapa menit kemudian KRL datang dan aku harus segera naik dan menuju stasiun berikutnya, yang telah aku lewatkan tadi bersama rombongan. Ya, aku sudah melewatkannya sekali lagi. Tapi kali ini aku berhasil turun, mencapai tujuan awal. 



Aku hampir terlambat. Tapi aku sampai. dan tapi aku melewatkannya lagi meskipun sekarang aku sampai. Mungkin bukan saatnya. Tapi apakah aku masih punya kesempatan? Akupun tidak tahu. Postingan ini dan sebelumnya benar-benar penuh kiasan. Aku sendiri masih tidak paham. Mengapa aku buat seperti ini. Setidaknya ini lebih panjang daripada sebelumnya.

Aku tidak boleh menyesal karena melewatkannya lagi, tapi yang aku rasa adalah sesal. Dan yang bisa kurasa hanya itu, sesal. Tidak tahu harus lakukan apa lagi, selain mengambil gambar kedua stasiun itu, membuat tulisan dan mempostingnya disini lalu dibumbui dengan postingan sebelumnya yang mungkin orang awam bilang tidak ada hubungannya.

Saat ini aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri, aku rindu blog ini, aku rindu perasaan terdorong untuk menulis blog ini, dan aku juga rindu seseorang yang paling sering membuatku terdorong untuk menulis di blog ini, beberapa bulan lalu.

0 comments:

Post a Comment

I'd love to hear your thoughts! Please comment here :)