Aku membalikkan badanku. Memperhatikan plang nama halte. Ya, hanya memperhatikan dan kebingungan. Bis itu mulai berjalan lagi, pintu otomatisnya mulai tertutup kembali.
Ada apa?
Kita melewatkan satu halte lagi. Harusnya kita turun di Sentiong.
Kalau begitu turun di halte selanjutnya saja.
Lagi-lagi sifat dungu itu keluar. Aku terlalu sibuk memperhatikan penumpang lain, tidak memperhatikan jalan, tidak memperhatikan tujuan. Malu pada diriku sendiri dan temanku itu. Sesaat kemudian kami telah sampai di halte berikutnya. Aku sudah siap sekarang. Aku tidak akan melewatkannya lagi.
Ayo, kita turun!
Lalu kami bangun dari kursi keras di bis itu dan keluar dari bis itu.






0 comments:
Post a Comment
I'd love to hear your thoughts! Please comment here :)